Slawi – Program pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) “Kamis Belajar ASN (Mis Bela ASN)” kembali digelar oleh BKPSDM Kabupaten Tegal pada tahun 2026. Pada triwulan I tahun ini, kegiatan tersebut hadir dalam sembilan seri dengan beragam tema yang relevan dengan kebutuhan ASN saat ini.
 
Program ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan BKPSDM Kabupaten Tegal dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal.
 
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM Kabupaten Tegal, Agus Triono, menyampaikan bahwa Kamis Belajar dirancang sebagai ruang belajar yang fleksibel dan adaptif terhadap dinamika kebijakan serta kebutuhan organisasi.
 
“Kamis Belajar kami hadirkan sebagai wadah berbagi pengetahuan dan peningkatan kompetensi ASN secara berkelanjutan, agar ASN Kabupaten Tegal semakin profesional dan siap menghadapi tantangan birokrasi ke depan,” ujarnya.
 
Sembilan Seri dengan Beragam Tema Strategis
 
Sepanjang triwulan I 2026, sembilan seri telah dilaksanakan dengan topik yang beragam dan diikuti oleh ribuan peserta.  Seri pertama mengangkat tema Manajemen Talenta dengan narasumber Mujahidin, Kepala BKPSDM Kabupaten Tegal, yang diikuti oleh 819 peserta.
 
Seri kedua membahas Pengelolaan Kinerja ASN bersama Siti Safuroh, Kepala Bidang Pembinaan, Penilaian, dan Evaluasi Kinerja Aparatur, yang diikuti oleh 3.626 peserta.
 
Seri ketiga mengusung tema Implementasi Aplikasi SRIKANDI dan Pengelolaan Arsip Dinamis dengan narasumber Indra Rustiono, Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal, serta Papang Yudi Prasetyo, Arsiparis Ahli Madya Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes, yang diikuti oleh 4.571 peserta.
 
Seri keempat mengangkat tema ASN Sehat, Layanan Prima: Pemanfaatan Kesehatan Herbal dalam Pelayanan Publik bersama Indah Hastuti, dokter ahli herbal pada UPT Wisata Kesehatan Jamu, yang diikuti oleh 4.542 peserta.
 
Seri kelima membahas Public Speaking sebagai Soft Skill Kunci ASN Unggul bersama Ismi Dini Saeta, ASN sekaligus pelatih di IPDN, yang diikuti oleh 7.490 peserta.
 
Seri keenam mengangkat tema Teknik Penyusunan Produk Hukum Daerah yang Tepat, Tertib, dan Sistematis bersama Rini Andriani, Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Pertama pada Bagian Hukum Setda Kabupaten Tegal, dengan jumlah peserta 3.530 orang.
 
Seri ketujuh membahas Teknik Penyusunan SOP yang Tepat, Terukur, dan Implementatif bersama Hendar Akhadianti, Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Organisasi Setda Kabupaten Tegal, yang diikuti oleh 4.377 peserta.
 
Seri kedelapan mengusung tema Optimalisasi Media Sosial: Hooking, DKV, dan Strategi Konten Berbasis Analisis Data bersama Hendri Lisdiyantoro, Program Assistant Creative Idea Tegal, dengan jumlah peserta 4.039 orang.
 
Seri kesembilan membahas Transformasi Layanan Perpajakan: Praktik Pengisian SPT melalui Coretax bersama Wahyono dan Eko Priyono, Penyuluh Pajak dari Kanwil DJP Jawa Tengah I, yang diikuti oleh 3.844 peserta.
 
Antusiasme Peserta dari Berbagai Daerah
Menariknya, berdasarkan data panitia, peserta Kamis Belajar tidak hanya berasal dari ASN Kabupaten Tegal, tetapi juga diikuti oleh ASN dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi BKPSDM Kabupaten Tegal untuk terus menghadirkan materi yang semakin variatif dan relevan.
 
“Kami melihat antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan dari luar daerah. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan Kamis Belajar agar semakin bermanfaat,” tambah Agus Triono.
 
Dorong ASN Lebih Adaptif dan Profesional
Agus Triono menambahkan melalui program ini, diharapkan ASN tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pekerjaan sehari-hari, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
 
Dengan semangat belajar yang terus dijaga, BKPSDM Kabupaten Tegal optimistis dapat mendorong terwujudnya ASN yang lebih kompeten, adaptif, dan profesional. Pungkas Agus Triono