Slawi – Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, melantik tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal pada Kamis (25/6). Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kapasitas birokrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah.
 
Tujuh pejabat yang dilantik tersebut adalah Mujahidin, yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tegal menjadi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata. Teguh Mulyadi, dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
 
Selanjutnya, Untung Subagio, dari Sekretaris DPRD menjadi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Joko Kurnianto, dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah dilantik sebagai Sekretaris DPRD.
 
Kemudian, Teguh Dwijanto Rahardjo, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata dipercaya menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah. Akhmad Uwes Qoroni, dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menjadi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim). Sementara itu, Dessy Arifianto, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dilantik sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah.
 
Dalam sambutannya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Tegal dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
 
"Pelantikan yang kita laksanakan hari ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta memastikan bahwa organisasi perangkat daerah dipimpin oleh figur-figur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan manajerial yang baik," ujar Ischak.
 
Ia menjelaskan, seluruh proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama telah dilaksanakan melalui mekanisme yang objektif, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penempatan pejabat didasarkan pada hasil uji kompetensi, rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kebutuhan organisasi.
 
"Saya ingin menegaskan bahwa setiap penempatan pejabat dilakukan berdasarkan sistem merit. Yang menjadi pertimbangan utama adalah kompetensi, kinerja, integritas, dan kemampuan memimpin organisasi agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegasnya.
 
Kepada para pejabat yang baru dilantik, Ischak meminta agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan tanggung jawab baru. Ia juga mendorong terciptanya kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan serta lahirnya berbagai inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
 
"Saya berharap Saudara dapat segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab yang baru. Bangun kolaborasi yang kuat, perkuat koordinasi lintas sektor, ciptakan inovasi dalam pelayanan publik, dan pastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," pesannya.
 
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, serta semangat melayani.
 
"Mari kita jadikan amanah ini sebagai kesempatan untuk bekerja lebih baik, menghadirkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Keberhasilan pembangunan hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama, dedikasi, dan komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah," pungkas Ischak.