Slawi – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tegal menggelar Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor POK) Internal Triwulan II Tahun 2026 di Aula Graha Aksata BKPSDM Kabupaten Tegal, Senin (13/7).
Kegiatan ini menjadi forum evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan sekaligus memastikan target kinerja organisasi dapat tercapai secara optimal hingga akhir tahun anggaran.
Rakor dipimpin langsung oleh Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Tegal, Tri Priyo Laksono, serta diikuti oleh para Kepala Bidang, Kepala Subbagian, dan pengelola kegiatan di lingkungan BKPSDM Kabupaten Tegal.
Dalam arahannya, Tri Priyo Laksono menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas capaian kinerja BKPSDM Kabupaten Tegal hingga Triwulan II Tahun 2026. Menurutnya, realisasi kinerja keuangan maupun fisik berhasil melampaui target yang telah direncanakan sehingga menunjukkan pelaksanaan program berjalan dengan baik.
Berdasarkan hasil evaluasi, realisasi kinerja keuangan mencapai 47,95 persen, melampaui target sebesar 44,41 persen, atau terdapat deviasi positif sebesar 3,54 persen. Sementara itu, realisasi fisik mencapai 48,17 persen, lebih tinggi dibandingkan target 44,59 persen, dengan deviasi positif sebesar 3,58 persen.
"Capaian ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh jajaran BKPSDM dalam melaksanakan program dan kegiatan sesuai perencanaan. Namun demikian, capaian yang baik ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, bukan justru berpuas diri," ujar Tri Priyo.
Ia juga menegaskan kepada seluruh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan pengelola kegiatan agar tetap menjaga konsistensi pelaksanaan program, memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai jadwal, serta mengoptimalkan penyerapan anggaran dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan kualitas hasil.
Melalui Rakor POK Internal ini, BKPSDM Kabupaten Tegal berharap pelaksanaan seluruh program dan kegiatan dapat terus berjalan sesuai target, sehingga kinerja organisasi tetap terjaga dan seluruh sasaran pembangunan bidang kepegawaian dapat tercapai secara optimal hingga akhir Tahun Anggaran 2026.