Slawi – BKPSDM Kabupaten Tegal menggelar Rapat Kerja Penyusunan Individual Development Plan (IDP) dan Persiapan Pelatihan MOOC ASN BerAKHLAK selama dua hari, Selasa–Rabu (14–15/7), di Aula Graha Aksata BKPSDM Kabupaten Tegal.
Kegiatan ini merupakan upaya BKPSDM dalam memperkuat perencanaan pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara melalui penyusunan IDP yang terarah sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Massive Open Online Course (MOOC) ASN BerAKHLAK sebagai bagian dari strategi pengembangan kompetensi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal.
Rapat dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM Kabupaten Tegal, Agus Triono, dan diikuti oleh pengelola kepegawaian perangkat daerah, puskesmas, SMP Negeri, serta Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua sesi, yakni hari pertama untuk pengelola kepegawaian perangkat daerah dan puskesmas, sedangkan hari kedua diikuti pengelola kepegawaian SMP Negeri dan KWK.
Dalam arahannya, Agus Triono menegaskan bahwa penyusunan Individual Development Plan merupakan langkah penting dalam memastikan pengembangan kompetensi ASN berjalan secara terencana, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
"IDP bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi menjadi dasar dalam menyusun rencana pengembangan kompetensi setiap ASN. Melalui IDP, perangkat daerah dapat memetakan kebutuhan pengembangan pegawai sehingga program yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran dan mendukung peningkatan kinerja organisasi," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, BKPSDM juga melakukan monitoring terhadap progres penyusunan IDP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal. Hingga pelaksanaan rapat, baru 13 perangkat daerah yang telah menyampaikan laporan penyusunan IDP kepada BKPSDM. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah yang belum menyelesaikan penyusunan IDP didorong untuk segera memenuhi target sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Selain membahas penyusunan IDP, rapat kerja juga dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman mengenai pelaksanaan Pelatihan MOOC ASN BerAKHLAK yang akan menjadi salah satu program pengembangan kompetensi ASN Pemerintah Kabupaten Tegal pada tahun 2026.
Agus menjelaskan bahwa seluruh ASN diharapkan dapat mengikuti pelatihan tersebut sebagai upaya memperkuat kompetensi sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
"Pelatihan MOOC ASN BerAKHLAK diharapkan tidak hanya memenuhi kewajiban pengembangan kompetensi ASN, tetapi juga memperkuat budaya kerja ASN yang berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Nilai-nilai tersebut harus menjadi budaya kerja yang diterapkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.
Pelatihan MOOC ASN BerAKHLAK direncanakan dilaksanakan dalam sembilan batch yang disesuaikan dengan kelompok peserta dari perangkat daerah, puskesmas, SMP Negeri, serta Koordinator Wilayah Kecamatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pembagian tersebut dilakukan agar pelaksanaan pelatihan berjalan lebih efektif dan seluruh ASN memperoleh kesempatan mengikuti pembelajaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Menutup arahannya, Agus berharap seluruh perangkat daerah dapat segera menyelesaikan penyusunan IDP sekaligus berpartisipasi aktif dalam Pelatihan MOOC ASN BerAKHLAK sehingga pengembangan kompetensi ASN di Kabupaten Tegal dapat berjalan optimal.
"Kami berharap seluruh perangkat daerah dapat berkomitmen menyusun IDP tepat waktu dan mendukung suksesnya pelaksanaan MOOC ASN BerAKHLAK. Dengan perencanaan pengembangan kompetensi yang baik dan partisipasi aktif seluruh ASN, kita dapat mewujudkan ASN Kabupaten Tegal yang semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas," pungkasnya.